POLISI SAMA SEPERTI MALAIKAT?
Ketut
Abid Halimi, S.Pd.I, M.Pd*
Awal kedatangan
bulan ramadhan adalah menjadi penanda keimanan umat muslim.apakah berjubel oleh
perasaan Riang, suka, gembira bak menyambut sang ‘pacar’ yang dirindukan, atau
biasa-biasa saja, bahkan diwarnai keluhan datangnya bulan puasa.
Setelah sambutan hangat atas kedatangan ramadhan terluapkan tinggal
bagaimana mengisi ramadhan mubaarak ini dengan segala amalan yang meningkatkan
produktifitas beragama dan mengkualitaskan diri dalam ranah apapun yang
digeluti.
Polisi dalam konteks ini Polantas dibulan ini menjadi profesi sumber
kebajikan. Tempat mencangkul pahala, wajah Islam Rahmatan Lil-‘alamiin
tercermin pada siapapun yang berprofesi menjadi Polisi. dan implementasi sifat
Rahman dan Rahimnya Allah nampak jelas, betapa tidak ketika kebanyakan orang
sibuk dengan urusannya pribadi, ketika orang melakukan aktifitas ibadah untuk
kepentingnnya sendiri, ketika orang khusuk melakukan sholat taraweh, i’tikaf,
tadarus dan lainnya hanya ingin mendapatkan pahala untuk dirinya, namun Polisi
melakukan aktifitas ‘menjaga, mengamankan, dan melindungi’ mereka yang sedang
memburu pahala untuk kepentingan pribadinya tersebut.
Rasullallah SAW tidak pernah disebutkan dalm hadis manapun melakukan
sesuatu untuk kepentingannya sendiri, karena semua yang dilakukannya untuk
kepentingan ummatnya. Mau sholat misalnya Rasul berdo’a untuk ummatnya yang
sedang mendirikan sholat, yang akan, dan sudah mendirikan sholat. Maka menjadi
wajar ketika rasul shalat samapai kakinya bengkak karena ia “membawa” jutaan
ummatnya untuk sholat
Secara tekstual peran aparat kepolisian “menjaga” namun lebih dari itu
secara kontekstual tugasnya seperti malaikat Rakib dan Atid yang selalu
mengawasi dan mencatat amal baik dan buruk manusia. Ketika seorang Polantas piket
atau patroli di jalan misalnya, ia meninggalkan segepok keinginannya untuk
beriktikaf di dalam masjid, menunda keinginannya melakukan sholat tasbih dan
ibadah tekstual lainnya.
Kendatipun demikian, jika segala aktifitas yang dilakukan oleh Polantas
tersebut di awali dengan Bismillah, di iringi dengan syahadat dan
di akhiri dengan Hamdalah insyaalloh sebenarnya ia tidak sedang sekedar
berpatroli semata namun lebih dari itu setiap derap langkah nya menjadi pahala
yang lebih dari pahala orang yang sibuk beri’tikaf untuk kepentingannya
sendiri.
Bukan Bismillah secara leterleks mau berangkat bekerja mengucapkan
“Bismillahirrahmaanirrahiim” namun lebih dari itu bahwa membangun pondasi dalam
hati, otak, tubuh dan anggota tubuh untuk menyadari bahwa akan dan dapat
melakukan aktifitas tersebut karena Rahman dan Rahimnya Allah. Kemudian diringi dengan syahadat maka ketika
seorang Polantas berjaga, ia pati melihat ratusan orang yang melewatinya dengan
beragam bentuk, motivasi, kepentingan dan tingkahnya. Mengiringi dengan
syahadat yang dimaksud disini adalah dengan mendo’akan mereka yang telah
disaksikan oleh mata, otak, hati, tangan, kaki seorang Polantas yang berjaga
tersebut
Do’a yang bagaimana, do’a penyerahan kepada Allah bahwa orang yang kita
‘saksikan’ di jalan tersebut melakukan segala sesuatunya atas izin Allah,
melalui apa yang ia lakukan itu dapat menjadi Iman taqwa dan amal sholeh dia
dan keluarganya
Bagaimana mengakhiri sebuah tugas dengan hamdalah yaitu dengan
memasrahkan segala yang telah dilakukan kepada Allah dan mewujudkan rasa syukur
dapat menjalankan Patroli dalam do’a “terimakasih Ya Rabb karenaMU hamba
selesai menjalankan tugas dan semoga ini menjadikan bertambahnya iman dan taqwa
hamba, orang tua hamba, anak istri hamba dan hamba-hambamu yang selesai
berpatroli seperti hamba” Dengan demikian berapa juta orang yang telah anda
doakan?
Ketika semua anggota tubuh diajaka menyebut namanya maka bertambahnya iman
menjadi bentuk syukur yang paling kongrit kepada Allah. Seperti dalam Al-Qur’an
“Lain Syakartum La Aziidannakum Walain Kafartum Inna ‘azaa Biii Lasyadid” (jika
kamu bersukur pasti akan aku tambahkan nikmat kepadamu, dan jika kamu ingkar
atas nikmatku maka azabku sangat perih) Q.S. Ibrohim: 7.
semoga kita, keluarga kita dan umat Muhammad sedunia sukses menjalankan
ramadhan tahun ini untuk bekal menjalankan 11 bulan berikutnya nanti. Aminn.
*Motivator Polisi, Dosen, dan
Pimpinan Redaksi majalah Zebra Semeru Ditlantas Polda Jatim
