Selasa, 14 Oktober 2014

artikel Motivasi Polisi Oleh Ketut Abid Halimi, M.Pd

POLISI SAMA SEPERTI MALAIKAT?
Ketut Abid Halimi, S.Pd.I, M.Pd*

Awal kedatangan bulan ramadhan adalah menjadi penanda keimanan umat muslim.apakah berjubel oleh perasaan Riang, suka, gembira bak menyambut sang ‘pacar’ yang dirindukan, atau biasa-biasa saja, bahkan diwarnai keluhan datangnya bulan puasa.
Setelah sambutan hangat atas kedatangan ramadhan terluapkan tinggal bagaimana mengisi ramadhan mubaarak ini dengan segala amalan yang meningkatkan produktifitas beragama dan mengkualitaskan diri dalam ranah apapun yang digeluti.
Polisi dalam konteks ini Polantas dibulan ini menjadi profesi sumber kebajikan. Tempat mencangkul pahala, wajah Islam Rahmatan Lil-‘alamiin tercermin pada siapapun yang berprofesi menjadi Polisi. dan implementasi sifat Rahman dan Rahimnya Allah nampak jelas, betapa tidak ketika kebanyakan orang sibuk dengan urusannya pribadi, ketika orang melakukan aktifitas ibadah untuk kepentingnnya sendiri, ketika orang khusuk melakukan sholat taraweh, i’tikaf, tadarus dan lainnya hanya ingin mendapatkan pahala untuk dirinya, namun Polisi melakukan aktifitas ‘menjaga, mengamankan, dan melindungi’ mereka yang sedang memburu pahala untuk kepentingan pribadinya tersebut.
Rasullallah SAW tidak pernah disebutkan dalm hadis manapun melakukan sesuatu untuk kepentingannya sendiri, karena semua yang dilakukannya untuk kepentingan ummatnya. Mau sholat misalnya Rasul berdo’a untuk ummatnya yang sedang mendirikan sholat, yang akan, dan sudah mendirikan sholat. Maka menjadi wajar ketika rasul shalat samapai kakinya bengkak karena ia “membawa” jutaan ummatnya untuk sholat
Secara tekstual peran aparat kepolisian “menjaga” namun lebih dari itu secara kontekstual tugasnya seperti malaikat Rakib dan Atid yang selalu mengawasi dan mencatat amal baik dan buruk manusia. Ketika seorang Polantas piket atau patroli di jalan misalnya, ia meninggalkan segepok keinginannya untuk beriktikaf di dalam masjid, menunda keinginannya melakukan sholat tasbih dan ibadah tekstual lainnya.
Kendatipun demikian, jika segala aktifitas yang dilakukan oleh Polantas tersebut di awali dengan Bismillah, di iringi dengan syahadat dan di akhiri dengan Hamdalah insyaalloh sebenarnya ia tidak sedang sekedar berpatroli semata namun lebih dari itu setiap derap langkah nya menjadi pahala yang lebih dari pahala orang yang sibuk beri’tikaf untuk kepentingannya sendiri.
Bukan Bismillah secara leterleks mau berangkat bekerja mengucapkan “Bismillahirrahmaanirrahiim” namun lebih dari itu bahwa membangun pondasi dalam hati, otak, tubuh dan anggota tubuh untuk menyadari bahwa akan dan dapat melakukan aktifitas tersebut karena Rahman dan Rahimnya Allah.  Kemudian diringi dengan syahadat maka ketika seorang Polantas berjaga, ia pati melihat ratusan orang yang melewatinya dengan beragam bentuk, motivasi, kepentingan dan tingkahnya. Mengiringi dengan syahadat yang dimaksud disini adalah dengan mendo’akan mereka yang telah disaksikan oleh mata, otak, hati, tangan, kaki seorang Polantas yang berjaga tersebut
Do’a yang bagaimana, do’a penyerahan kepada Allah bahwa orang yang kita ‘saksikan’ di jalan tersebut melakukan segala sesuatunya atas izin Allah, melalui apa yang ia lakukan itu dapat menjadi Iman taqwa dan amal sholeh dia dan keluarganya
Bagaimana mengakhiri sebuah tugas dengan hamdalah yaitu dengan memasrahkan segala yang telah dilakukan kepada Allah dan mewujudkan rasa syukur dapat menjalankan Patroli dalam do’a “terimakasih Ya Rabb karenaMU hamba selesai menjalankan tugas dan semoga ini menjadikan bertambahnya iman dan taqwa hamba, orang tua hamba, anak istri hamba dan hamba-hambamu yang selesai berpatroli seperti hamba” Dengan demikian berapa juta orang yang telah anda doakan?
Ketika semua anggota tubuh diajaka menyebut namanya maka bertambahnya iman menjadi bentuk syukur yang paling kongrit kepada Allah. Seperti dalam Al-Qur’an “Lain Syakartum La Aziidannakum Walain Kafartum Inna ‘azaa Biii Lasyadid” (jika kamu bersukur pasti akan aku tambahkan nikmat kepadamu, dan jika kamu ingkar atas nikmatku maka azabku sangat perih) Q.S. Ibrohim: 7.
semoga kita, keluarga kita dan umat Muhammad sedunia sukses menjalankan ramadhan tahun ini untuk bekal menjalankan 11 bulan berikutnya nanti. Aminn.       
*Motivator Polisi, Dosen, dan Pimpinan Redaksi majalah Zebra Semeru Ditlantas Polda Jatim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar